Menkeu jamin pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dan terukur

Jakarta – Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) Sri Muliani Indravati dengan hati -hati melakukan dan mengukur manajemen utang dalam anggaran negara (APBN).

“Dana masih akan dibuat dengan cermat dan diukur untuk terus memperhatikan defisit APBN dan likuiditas pemerintah, meningkatkan dinamika pasar keuangan dan kesenjangan dalam biaya utang dan risiko utang pada hari Jumat pada konferensi pers pada hari Jumat.

Menurut anggaran negara 2024. Realisasi pembiayaan utang telah mencapai RP556,6 triliun atau 85,9%.

Pinjaman diisi dengan penerbitan Net State Securities (SBN) RP450,7 triliun dan pinjaman bersih RP105,8 triliun.

Pendanaan bebas utang direalisasikan dalam RP3.4 triliun negatif, tetapi realisasi dana anggaran pada tahun 2024. Mencapai RP553.2 triliun atau 105,8% dari anggaran negara.

Sri Muliani mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BiH) dalam mendukung pembiayaan pemerintah atas hutang dan operasi keuangan.

Secara umum, Menteri Keuangan, yang anggaran negara sampai akhir tahun 2024. Tahun, ia mengatakan bahwa ia bekerja keras untuk melindungi masyarakat dan mengurangi kekacauan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Pendapatan negara meningkat secara positif menjadi 2,1% (tahunan / per tahun), dan saldo dasar negatif, tetapi telah menjadi defisit positif dan fiskal dikendalikan dalam sekremitas RP507,8 / batas keamanan PDB (2,29% dari kotor / PDB).

Realisasi sementara pendapatan dan hibah negara mencapai 22.842,5 triliun Rs. Pendapatan pajak dicatat pada tujuan APBN dari RP2.232.7 triliun atau 96,7%. Dia kemudian mencapai Rp579,5 triliun pendapatan negara yang tidak pajak (PNBP) atau target APBN 117,8%.

Kinerja positif terutama didukung oleh kegiatan ekonomi, efisiensi reformasi pajak, optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kontribusi pertanian, penginapan dalam layanan K / L dan lembaga publik kinerja (blues).

Realisasi sementara pengeluaran negara mencapai Rp3.350,3 triliun atau 100,8% dari anggaran negara. Realisasi konsumsi pemerintah pusat adalah Rp2.486,7 triliun dan akan dipindahkan ke daerah dengan Rp863,5 triliun.

Konsumsi negara diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mempertahankan stabilitas ekonomi dan mempertahankan ayunan pertumbuhan dengan memberikan bantuan makanan dan harga pangan (SPHP).

Berbagai program kesejahteraan sosial juga ditawarkan melalui Program Keinginan Keluarga / PKH, Kartu Makanan, Beasiswa (PIP dan KPJ), BPJS HLLETH SUPPRAY PREMIUM (PBI JKN), Bahan Bakar, Listrik dan LPG 3kg, Subsidi Pupuk dan Subsidi Pupuk (KUR).

Pengeluaran juga diberikan untuk membantu pemilihan, pemilihan lokal simultan, meningkatkan gaji dengan balap, asn / tni / polly / inklusi infrastruktur, percepatan dan kemiskinan ekstrem dan membantu membangun modal kepulauan.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *